Saturday, 4 August 2012

10 Prinsip Ekonomi

Dalam beberapa hari lagi saya akan segera menamatkan buku disamping kiri ini. Wow sangat menyenangkan ternyata belajar ekonomi. Terus terang sebagai seorang yang berlatar belakang hukum dan penggemar ilmu-ilmu sosial, pengetahuan saya soal ekonomi sangatlah minim. Terakhir saya merasakan nikmatnya belajar Ekonomi adalah sewaktu di SMU dulu, dan itupun hasil nilai saya jeblok karena jujur saja keahlian saya dalam eksakta sangat lemah. Namun demikian, hasrat saya dengan ekonomi tidaklah memudar. Apalagi setelah di Encourage oleh tulisannya Professor Mankiw bahwa orang yang tidak berbakat dalam eksakta pun bisa tetap menimati ekonomi dari Sudut lain. Dan beliau benar sekali, orang yang suka dengan Ekonomi namun tidak berbakat dengan Matematika bisa tetap menikmati ekonomi lewat banyak jalur.


Orang yang berlatar Ilmu Hukum seperti saya misalnya bisa menikmati ekonomi dengan mempelajari beberapa subjek hukum yang mengandung Ekonomi. Kebetulan sekali di Jaman sekarang ini, keterkaitan antara Hukum dan Ekonomi sangatlah erat. Bahkan sekarang ini terdapat disiplin baru yang mengawinkan antara Hukum dan Ekonomi, yaitu disiplin Ilmu "Law & Economics" yang sangat-sangat penting dan begitu lezat untuk dipelajari. Disiplin ilmu ini merupakan disiplin ilmu yang prestisius. Misalnya program Hukum dan Ekonomi ditawarkan oleh program Erasmus Mundus yang bisa dipelajari di beberapa universitas sekaligus. Program serupa juga ditawarkan di beberapa universitas bergengsi di AS dan Eropa, misalnya di Harvard, Barkeley, Chicago, atau George Mason Uni yang memang sangat mengkhususkan diri dalam bidang ini.

Disiplin ilmu lainnya bagi mereka yang lemah dalam hitung-hitungan namun jatuh cinta dengan Ekonomi adalah disiplin Ilmu Kebijakan Publik, Administrasi Publik dan Manajemen. Semuanya menawarkan hal yang berbau ekonomi dari sudut pandang yang berbeda tentunya, namun tidak kalah menariknya. Misalnya di London School of Economic (LSE) mereka yang belajar MPA (Master of Public Administration) dengan berbagai stream, mau tidak mau harus mengambil MK Macro dan Micro Economics. Ini artinya mereka bisa mempelajari ekonomi tanpa harus bersusah payah sebagaimana Mereka yang belajar MSc Economics atau Phd. Maklum kalau mau langsung S-2 dengan jurusan ekonomi biasanya ada persyaratan khusus yang harus dimiliki. Misalnya S-1 nya berlatar ekonomi dan mengambil test GRE/GMAT untuk memasuki S-2 Ekonomi. Sedangkan mereka yang memasuki jurusan MPA tidak diharuskan demikian (Kecuali khusus di AS yang mensyaratkan bahwa semua pelamar S-2, terlepas dari bidang studinya apa, rata-rata semuanya harus mengambil Test GRE).

Kembali ke soal ketertarikan saya dengan Mankiw. Bagi saya dia orang yang sangat humoris, sehingga setiap tulisan yang dia hasilkan sangat enak untuk dicerna. Saya membaca blog-nya secara regular.

The Principles of Economics adalah Magnum Opus dia yang menjadi bahan bacaan wajib bagi mahasiswa S-1 Jurusan Ekonomi. Bagi yang tidak suka teks book mungkin melihat buku Mankiw yang satu ini bisa menjadi horor karena sangat tebal, tapi tidak demikian bagi mereka yang menyukainya. Meskipun ini sebuah teks book, tetapi membacanya membawa kenikmatan tersendiri. Selama hampir setahun saya menamatkan The Principles of Economics, saya selalu mendapatkan perspective baru dengan cara yang sangat renyah, karena buku Mankiw ini sedikit sekali membahas soal hitung-hitungan hehe...., dan lebih banyak memberikan ilustrasi baik berupa cerita ataupun diagram. Salah satu penjelasan Mankiw yang paling enak saya pahami adalah ketika dia menjelaskan bahwa perdangan itu bisa menguntungkan kedua belah pihak, baik itu yang sifatnya individual sampai dengan perdagangan internasional. Buku ini banyak mementahkan retorika para politisi yang biasanya menjual isu ekonomi untuk kepentingan politik seperti retorika anti kapitalisme, anti asing, anti pemodal dan semua omong kosong lainnya.....Dengan buku ini pula saya semakin diyakinkan bahwa banyak politisi yang memelintir fakta dan data hanya untuk kepentingan politis semata. Lebih jauh lagi, buku ini juga membuka mata saya tentang bagaimana sebuah kebijakan politis biasanya bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi. Nyatanya rimba Ekonomi adalah rimba yang sangat pelik dan penuh dengan lika-liku. Oleh karenanya, penyederhanaan suatu kebijakan ekonomi yang banyak dieksploitir oleh para politisi adalah tidak masuk akal.

Buku Mankiw yang berjudul The Ten principles of Economics ini sebenarnya merupakan pengantar Ilmu Ekonomi. Di dalamnya dia menjelaskan prinsip-prinsip Ekonomi yang nantinya akan membantu pembaca untuk memahami kerangka Ilmu ekonomi baik dari persfektif Mikro maupun Makro. Kesepuluh prinsip itu antara lain:

Bagaimana Orang membuat keputusan
1. Setiap orang menghadapi Tradeoffs
2. Biaya sesuatu adalah apa yang anda keluarkan untuk mendapatkannya
3. Manusia yang rasional berpikir tentang margin (keuntungan)
4. Orang merespon terhadap insentif

Bagaimana orang berinteraksi satu sama lain
5. Perdagangan membuat semua orang lebih baik
6. Pasar biasanya adalah jalan terbaik untuk mengatur aktifitas ekonomi
7. Pemerintah terkadang dapat meningkatkan atau memperbaiki outcome yang dihasilkan oleh pasar

Dorongan dan tren yang mempengaruhi bagaimana ekonomi bekerja secara keseluruhan
8. Standar kehidupan sebuah negara tergantung dari kemampuannya untuk memproduksi barang dan jasa
9. Harga-harga naik ketika pemerintah mengeluarkan terlalu banyak uang
10. Masyarakat menghadapi Tradeoffs jangka pendek antara inflasi dan pengangguran

No comments:

Post a Comment